JAKARTA — Rupiah bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.109 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang kawasan Asia juga tertekan terhadap greenback. Yen Jepang menjadi yang terburuk dengan koreksi 0,27 persen. Yuan China dan dolar Singapura sama-sama melemah 0,08 persen.
Peso Filipina dan ringgit Malaysia juga turun 0,07 persen. Namun, won Korea Selatan berhasil membalikkan tren dengan menguat 0,14 persen. Dolar Hong Kong terpantau stabil tanpa perubahan berarti.
Di kelompok mata uang utama negara maju, pergerakannya pun bervariasi. Euro melemah 0,13 persen terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terkoreksi tipis 0,04 persen, sementara dolar Australia turun lebih dalam 0,20 persen.
Pelemahan rupiah dan mata uang Asia ini terjadi di tengah sentimen global yang masih didominasi oleh penguatan dolar AS. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.