SUMEDANG — Intensitas penyiraman tanaman di Kabupaten Sumedang ditingkatkan drastis menyusul suhu udara yang semakin terik dalam beberapa pekan terakhir. DLHK setempat kini menyiram taman kota dan pepohonan di ruang terbuka hijau setiap hari, dari sebelumnya hanya dua hari sekali.
“Bahkan dalam beberapa hari terakhir dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, menyesuaikan kondisi cuaca,” kata Kepala DLHK Sumedang, Maman Wasman, Jumat (24/7/2026).
Untuk mempercepat penyiraman, DLHK berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah yang memiliki armada tangki air. Dua di antaranya adalah Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Maman menambahkan, jika cuaca semakin panas, intensitas penyiraman tidak menutup kemungkinan kembali ditingkatkan. “Pepohonan menghasilkan oksigen, menyerap karbon dan gas metana, serta membantu menjaga ketersediaan air. Aset lingkungan ini harus kita rawat sebaik-baiknya,” ujarnya.
DLHK membuka kanal pengaduan resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang bagi warga yang menemukan tanaman layu atau persoalan lingkungan lain. Maman mengapresiasi masukan masyarakat yang disebutnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat. Masukan tersebut menjadi motivasi bagi kami,” tuturnya.
Selain penyiraman, DLHK memperkuat pengelolaan sampah. Mulai 1 Agustus, sesuai ketentuan pemerintah pusat, sampah yang belum dipilah tidak lagi diperbolehkan masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cibeureum.
“Kunci keberhasilan pengelolaan sampah ada di sumbernya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tegas Maman.
Pemilahan wajib dilakukan oleh rumah tangga, hotel, restoran, kafe, dan tempat usaha lainnya. DLHK mengingatkan bahwa kebersihan Kota Sumedang dan wilayah sekitarnya bergantung pada partisipasi aktif warga.
Maman juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia melarang pembuangan puntung rokok sembarangan dan menyalakan api di lokasi rawan kebakaran, seperti kawasan terbuka dan sekitar tempat pengelolaan sampah.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat. Kami siap menerima kritik dan masukan demi mewujudkan Sumedang yang bersih, hijau, dan lestari,” pungkasnya.