GARUT — Lahan pertanian di Kampung Lengkong Kaler, Desa Samarang, masih hijau di tengah teriknya musim kemarau. Petani setempat tidak menghentikan aktivitas menanam padi karena sumber air irigasi dari Sungai Cikamiri masih mengalir lancar. Seorang petani, Asep (75), mengatakan aliran sungai itu cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air sawah miliknya dan petani lain di kawasan tersebut.
"Daerah sini Alhamdulillah tidak terpengaruh kemarau, airnya tersedia lumayan besar untuk mengairi sawah," kata Asep di area persawahannya, Selasa.
Meski sumber air utama masih tersedia, petani lain bernama Idang (55) mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang sudah rusak. Menurutnya, jalur distribusi air di kampungnya tidak maksimal sehingga sebagian lahan tidak mendapat aliran yang merata. Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki infrastruktur tersebut.
"Pengajuan sudah tapi sampai saat ini belum dibangun," ujar Idang.
Meski begitu, Idang mengaku lahan sawah yang masih terairi tetap produktif. Dalam satu hektare, ia bisa menghasilkan hingga 10 ton gabah. Namun, produktivitas itu kerap terganggu oleh serangan hama tikus yang merusak tanaman menjelang panen.
"Persoalan di daerah kami ini soal hama tikus, sangat merusak, dampaknya ke hasil panen menurun," kata Idang. Ia menambahkan, petani di desanya belum menemukan cara efektif untuk mengendalikan hama tersebut secara massal.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, membenarkan bahwa kawasan Samarang bukan lahan tadah hujan sehingga masih memungkinkan ditanami padi saat kemarau. Ia menegaskan, jaringan irigasi di daerah itu beroperasi normal dan mampu membagi air dengan baik.
"Kami juga mengimbau petani untuk terlebih dahulu melihat kondisi air sebelum menanam padi, kalau dipastikan yakin cukup airnya, boleh saja menanam padi," kata Ardhy.
Dinas Pertanian Garut menargetkan luas tanam padi tahun 2026 mencapai 112.314 hektare dengan target luas panen 106.718 hektare. Dari lahan itu, produksi gabah kering giling ditargetkan sebesar 631.490 ton atau rata-rata 6 ton per hektare. Capaian itu bergantung pada ketersediaan air dan pengendalian hama di lapangan.