KARAWANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik alat berat listrik pertama di Indonesia yang berlokasi di Indonesia Green Smart Industrial Park, Karawang. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut langkah ini sebagai terobosan untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini membebani harga alat berat impor.
"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Pabrik yang dikelola PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia ini dirancang dalam tiga tahap pembangunan. Tahap awal memprioritaskan perakitan unit ekskavator dan wheel loader ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
Dedi menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri manufaktur hijau ini diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi daerah. "Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan," ucapnya.
Untuk menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal, Dedi menginstruksikan jajaran Pemprov Jabar untuk langsung menggandeng siswa SMA dan SMK tingkat akhir. Program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan akan diberikan agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai.
"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12," ujar Dedi.
Gubernur juga mendorong agar regulasi dapat mendukung industri untuk mendistribusikan produk langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang. Menurutnya, hal ini akan membuat harga alat berat lebih terjangkau bagi kontraktor dan pemerintah daerah yang tengah menggenjot pembangunan infrastruktur.
Dedi menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan di kalangan tenaga kerja lokal. "Masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," ucapnya.
Pemprov Jabar turut memberikan jaminan keamanan serta kepastian kelancaran investasi bagi para penanam modal di wilayah tersebut. Dengan beroperasinya pabrik pada 2027, Karawang diproyeksikan menjadi pusat manufaktur alat berat ramah lingkungan di Asia Tenggara.