Wagub Banten Dimyati Dukung Penuh Industri Motor Listrik, Sebut Hemat dan Ramah Lingkungan

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 03:03:01 WIB
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengunjungi pabrik Tangkas Motor Listrik di Kawasan Industri Cidurian, Sentul, Balaraja, Kamis (30/7/2026).

JAWA BARAT — Pemerintah Provinsi Banten secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik di wilayahnya. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah setelah mengunjungi pabrik Tangkas Motor Listrik di Kawasan Industri Cidurian, Sentul, Balaraja, Kamis (30/7/2026).

Dalam kunjungan yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, Dimyati mengaitkan pengembangan motor listrik dengan konsep kepemimpinan adaptif dan ramah lingkungan yang tengah ia pelajari di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Saya baru saja dari LAN. Tadi yang dibahas adalah kepemimpinan yang adaptif dan ramah lingkungan. Ada kaitannya dengan motor listrik, ini kan adaptif sekali dan juga ramah lingkungan," ujar Dimyati.

Keunggulan Motor Listrik: Minim Emisi dan Lebih Efisien

Menurut Dimyati, kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Ia menyebut motor listrik minim kebisingan, tidak menghasilkan emisi, serta lebih hemat dan efisien dalam penggunaan sehari-hari.

"Ini produk yang ramah lingkungan dan inovasi-inovasi baru yang terus tumbuh yang harus kita dukung," tegasnya.

Pernyataan itu muncul di tengah tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) dan dinamika geopolitik global yang mempengaruhi pasokan energi. Dimyati menilai pengembangan kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan nasional yang harus terus didorong.

CEO Tangkas Motor Listrik: Subsidi BBM Bengkak Hingga Rp600 Triliun

Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik, Agung Pamungkas yang akrab disapa Don Papank, mengatakan Indonesia telah memasuki era baru industri kendaraan listrik. Ia menekankan pentingnya transisi untuk mengurangi beban subsidi energi yang ditanggung negara.

"Subsidi BBM sudah terlalu tinggi sampai Rp500 triliun setahun, ditambah dengan tambahan subsidi karena perang Iran kemarin Rp170 triliun setiap tahun. Itu membuat beban negara kita sangat berat dan tidak ada negara mana pun yang kuat menanggung subsidi hampir Rp600 triliun dalam setahun," paparnya.

Don Papank menambahkan, dorongan terhadap kendaraan listrik menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi. Menurutnya, adopsi motor listrik secara massal bisa menekan pengeluaran negara di sektor energi secara signifikan.

Dampak bagi Konsumen dan Industri Lokal

Dukungan Pemprov Banten terhadap industri kendaraan listrik diharapkan mempercepat pertumbuhan ekosistem, mulai dari produksi hingga infrastruktur pengisian daya. Langkah ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur komponen lokal.

Bagi konsumen, motor listrik menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan motor bensin. Dengan harga BBM yang terus berfluktuasi, opsi kendaraan listrik menjadi alternatif yang semakin relevan untuk mobilitas harian di perkotaan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kabarindoraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top