CIREBON — Tradisi Sedekah Bumi di Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, berlangsung meriah pada Senin (3/8). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon, H Lili Mashuri, ini menjadi ritual tahunan warga untuk mensyukuri hasil panen yang telah diperoleh.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian acara. Bagi warga setempat, Sedekah Bumi bukan sekadar seremoni, melainkan warisan leluhur yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Di balik kemeriahan acara, terdapat kekhawatiran yang dirasakan para petani. H Lili Mashuri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua FKKC Kabupaten Cirebon mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem sempat memberikan dampak terhadap hasil panen kedua para petani.
“Alhamdulillah, para petani sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Lili seusai acara.
Oleh karena itu, momen Sedekah Bumi kali ini juga dimanfaatkan untuk memanjatkan doa bersama. Harapannya, musim panen berikutnya dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Pria yang akrab disapa Jiwu ini menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, dukungan berbagai pihak, terutama dari dinas pertanian, sangat dibutuhkan agar hasil panen di wilayahnya bisa maksimal.
“Dengan dukungan seluruh pihak, khususnya dinas pertanian, kami berharap hasil panen kedua bisa maksimal,” jelasnya.
Lebih dari sekadar ritual pertanian, Lili menambahkan bahwa Sedekah Bumi memiliki dimensi sosial yang kuat. Tradisi yang digelar setiap tahun ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antara petani, pemerintah desa, dan masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun V tersebut menjadi momentum kebersamaan warga Cipeujeuh Kulon. Kehadiran pemerintah desa di tengah-tengah petani diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan.