CIMAHI — Peristiwa nahas itu terungkap setelah anak korban curiga melihat tutup sumur di belakang rumah terbuka pada Sabtu malam. Keluarga yang sejak Jumat mencari Neneng Yati lantas memeriksa sumur dan menemukan korban di dasar dengan posisi kepala mengarah ke bawah.
Kronologi Evakuasi: Damkar Turunkan Peralatan Vertical Rescue
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan laporan diterima dari Lurah Padasuka yang meneruskan informasi dari Ketua RW setempat. Tim Damkar Regu 2 tiba di lokasi pukul 19.24 WIB dan langsung menyiapkan perlengkapan penyelamatan.
“Kami menggunakan alat pelindung diri, tripod, block and tackle, senter, serta peralatan vertical rescue. Proses evakuasi berlangsung hati-hati karena sumur sempit dan minim pencahayaan,” kata Aep saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).
Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 20.38 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk dimakamkan.
Kedalaman Sumur Capai 14 Meter, Air Setinggi Satu Meter
Sumur yang menjadi lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar 14 meter dengan ketinggian air diperkirakan mencapai satu meter. Berdasarkan keterangan keluarga, Neneng Yati sudah tidak berada di rumah sejak Jumat sore. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga belum membuahkan hasil hingga muncul kecurigaan saat anak korban melihat tutup sumur tidak pada tempatnya.
Imbauan Damkar: Pastikan Tutup Sumur Selalu Tertutup Rapat
Menanggapi kejadian ini, Aep Mulyana mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan rumah. “Pastikan tutup sumur selalu dalam kondisi aman dan tertutup rapat untuk meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan serupa,” ujarnya.
Peristiwa di Cisangkan Girang RT 04 RW 02 ini menjadi pengingat akan pentingnya pengamanan sumur, terutama di permukiman padat penduduk. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.