PEMALANG — Mutoharoh, pemilik Biru Tsabita, tidak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk berjualan daring di sela-sela pekerjaan utama akan berbuah manis. Saat itu, ia dan keluarga tengah menghadapi kondisi keuangan yang sulit karena terlilit utang besar. Penghasilan yang ada tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” ujar Mutoharoh.
Dompet Wanita Jadi Andalan, Pasar Tembus Malaysia
Biru Tsabita menghadirkan beragam tas dan dompet wanita dengan desain yang mengedepankan estetika dan fungsi. Dalam perkembangannya, dompet wanita menjadi produk paling laris di pasaran. Pemasaran dilakukan melalui berbagai marketplace dan jalur kemitraan, tidak hanya menjangkau kota-kota di Indonesia, tetapi juga sempat menembus pasar Malaysia. Selain produk siap pakai, Biru Tsabita juga melayani pesanan khusus (custom) sesuai permintaan pelanggan.
Rumah BUMN BRI Jadi Katalis Pengembangan Usaha
Perjalanan Biru Tsabita tidak berjalan sendiri. Mutoharoh mengaku mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN BRI yang membantunya menambah wawasan bisnis dan memperluas jaringan relasi. Ia menyebut Program BRIncubator BRI 2025 sebagai salah satu pelatihan yang paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usahanya. “Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” katanya.
Untuk menunjang operasional dan transaksi penjualan, Mutoharoh juga memanfaatkan layanan perbankan digital BRImo dan QRIS BRI. Ke depan, ia menargetkan perluasan jaringan usaha dengan memperkuat pemasaran di marketplace dan menjalin lebih banyak kemitraan strategis.
Dari Keterbatasan Menuju Keberdayaan
Corporate Secretary BRI Dhanny menilai kisah Biru Tsabita menjadi bukti bahwa kesungguhan dan kemauan untuk terus belajar bisa mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. “Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.
Saat ini, Biru Tsabita telah menyerap 33 tenaga kerja. Angka ini menjadi indikator bahwa usaha mikro yang dimulai dari tekanan ekonomi mampu bertransformasi menjadi roda penggerak ekonomi lokal di Pemalang.