Setelah weton Kliwon, salah satu pasaran yang juga ramai dicari dalam beberapa waktu terakhir adalah weton Pon. Rasa penasaran ini muncul seiring viralnya pembahasan soal weton-weton yang menurut kepercayaan masyarakat disebut punya pantangan khusus saat berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap sakral, salah satunya Gunung Kawi.
Pon merupakan satu dari lima pasaran dalam kalender Jawa, selain Legi, Pahing, Wage, dan Kliwon. Setiap pasaran memiliki karakter dan makna tersendiri menurut primbon, yang dipercaya turut memengaruhi watak seseorang berdasarkan hari kelahirannya.
Artikel ini akan membahas secara umum apa itu weton Pon, watak yang sering disematkan padanya menurut kepercayaan primbon Jawa, serta mitos-mitos yang kerap dikaitkan dengannya.
Mengenal Weton Pon dalam Kalender Jawa
Weton Pon adalah weton yang lahir pada hari apa pun dengan pasaran Pon, misalnya Senin Pon, Rabu Pon, atau Jumat Pon. Karena siklus pasaran berputar setiap lima hari, kombinasi hari dan pasaran Pon ini bisa jatuh pada hari Masehi mana saja tergantung perputaran kalender.
Dalam sistem neptu, pasaran Pon memiliki nilai 7. Angka ini kemudian dijumlahkan dengan neptu hari kelahiran untuk mendapatkan neptu weton secara keseluruhan, yang menjadi dasar berbagai ramalan primbon mulai dari watak hingga kecocokan jodoh.
Pon secara harfiah dalam bahasa Jawa kerap dikaitkan dengan makna keteguhan atau sesuatu yang mengikat kuat. Filosofi ini yang kemudian banyak dipakai sebagai dasar penggambaran watak orang-orang berweton Pon dalam berbagai referensi primbon.
Watak Weton Pon Menurut Primbon
Orang dengan weton berpasaran Pon sering digambarkan memiliki jiwa kepemimpinan yang cukup menonjol. Mereka digambarkan sebagai sosok yang percaya diri, tegas dalam mengambil sikap, dan cenderung tidak mudah goyah oleh pendapat orang lain.
Selain itu, weton Pon juga kerap dikaitkan dengan sifat pekerja keras dan pantang menyerah. Dalam banyak versi primbon, mereka digambarkan mampu bangkit kembali meski menghadapi kegagalan, serta memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri.
Di sisi lain, sebagian primbon juga menyebut weton Pon perlu belajar lebih sabar dan fleksibel, karena watak yang cenderung teguh terkadang membuatnya sulit berkompromi dalam situasi tertentu. Sekali lagi, gambaran ini adalah bagian dari tradisi lisan, bukan penilaian yang berlaku mutlak bagi semua orang berweton Pon.
Mitos dan Pantangan yang Dikaitkan dengan Weton Pon
Weton Pon menjadi salah satu weton yang ikut disebut-sebut dalam pembahasan soal larangan berkunjung ke Gunung Kawi. Sejumlah warganet bahkan secara spesifik mencari tahu apakah weton Pon termasuk yang dianggap perlu berhati-hati saat berkunjung ke lokasi tersebut.
Kepercayaan semacam ini umumnya berakar dari anggapan bahwa setiap weton memiliki "getaran" atau energi tersendiri yang perlu diselaraskan dengan energi tempat yang dikunjungi, terutama lokasi-lokasi yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi. Namun, seperti mitos primbon lainnya, ini murni kepercayaan turun-temurun tanpa dasar ilmiah yang bisa dibuktikan.
Meski demikian, banyak masyarakat yang tetap memilih untuk menghormati tradisi ini sebagai bagian dari kearifan lokal, tanpa harus menjadikannya sebagai patokan mutlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Weton Pon adalah kombinasi hari lahir dengan pasaran Pon dalam kalender Jawa.
- Neptu pasaran Pon bernilai 7 dalam sistem perhitungan primbon.
- Watak yang sering disematkan: tegas, pekerja keras, dan berjiwa kepemimpinan.
- Weton Pon turut disebut dalam mitos larangan berkunjung ke Gunung Kawi.
- Seluruh gambaran watak dan mitos bersifat kepercayaan, bukan fakta ilmiah.
Penjelasan lengkap soal daftar weton yang menurut kepercayaan masyarakat disebut punya pantangan khusus ke Gunung Kawi bisa dibaca selengkapnya di Weton Apa Saja yang Dilarang ke Gunung Kawi? Ini Daftar dan Penjelasannya.