JAWA BARAT — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat tipis 2,451 poin atau 0,04 persen ke level 6.041,972. Posisi ini hanya naik tipis dari level penutupan sebelumnya di 6.039,521. Sepanjang hari, indeks bergerak liar dalam rentang 6.007 hingga 6.081.
Tekanan jual langsung terasa sejak bel pembukaan. Pada pukul 09:14 WIB, IHSG sempat ambles ke titik terendah harian di 6.007,173 atau melemah 0,49 persen. Namun, aksi beli investor mulai masuk menjelang siang, mendorong indeks ke level tertinggi sesi di 6.081,228 pada pukul 14:00 WIB, sebelum terkoreksi tipis menjelang penutupan.
Volume dan Kapitalisasi Pasar Ikut Terdongkrak
Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan volume transaksi mencapai 21,90 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,01 juta kali. Kapitalisasi pasar bursa efek secara keseluruhan ikut naik menjadi Rp10.552 triliun, sementara kapitalisasi pasar IHSG yang disesuaikan dengan free float berada di angka Rp2.629 triliun.
Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai Rp11,40 triliun. Dengan kurs acuan Bank Indonesia di level Rp18.064 per dolar AS, angka tersebut setara dengan 631 juta dolar AS.
Sektor Apa yang Menopang IHSG?
Pemulihan IHSG dari titik terendahnya di sesi I tidak lepas dari aksi beli di sektor-sektor tertentu. Meski data detail sektoral tidak dirilis dalam laporan harian ini, pergerakan indeks yang mampu rebound lebih dari 70 poin dari level terendah menunjukkan adanya akumulasi oleh investor institusi menjelang akhir sesi.
Pelaku pasar tampak memanfaatkan koreksi awal sebagai momentum akumulasi, terutama di saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama IHSG.
Sentimen Asing dan Proyeksi Sesi Berikutnya
Data net buy atau net sell investor asing belum dirilis secara spesifik dalam laporan ini. Namun, volatilitas harian yang lebar kerap menjadi indikasi pertarungan antara tekanan jual asing dan aksi beli lokal.
Secara teknikal, level 6.000 menjadi support psikologis utama yang berhasil dipertahankan. Jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut dalam beberapa sesi ke depan, peluang pengujian resistance di kisaran 6.100 hingga 6.150 terbuka lebar. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing sebagai katalis utama pergerakan IHSG ke depan.