BANDUNG — Kenaikan harga cengek hijau di Kota Bandung kembali dikeluhkan para pedagang di sejumlah pasar tradisional. Di Pasar Gedebage, harga komoditas ini mencapai Rp50.000 per kilogram, sementara di Pasar Ujung Berung sedikit lebih rendah, yakni Rp48.000 per kilogram.
Meski selisihnya hanya sekitar Rp2.000 per kilogram, para pedagang mengaku kenaikan itu sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menilai kondisi ini dipicu oleh jumlah pasokan dari petani yang belum stabil.
Pedagang: Stok dari Petani Sedikit, Harga Otomatis Naik
Samarun (52), pedagang sayuran di Pasar Gedebage, mengatakan saat ini ia menjual cengek hijau seharga Rp50.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena jumlah barang yang masuk ke pasar berkurang.
"Sekarang Rp50 ribu per kilo. Dulu harganya hampir sama dengan pasar lain, tapi sekarang naik lagi. Kalau barang dari petani sedikit, pasti harganya ikut naik," ujar Samarun.
Kondisi serupa dirasakan Erlina (43), pedagang di Pasar Ujung Berung. Ia menyebut cengek hijau di lapaknya dijual Rp48.000 per kilogram. Meski sedikit lebih murah dibandingkan Pasar Gedebage, kenaikan harga tetap berdampak pada pola belanja pelanggannya.
"Di sini Rp48 ribu per kilo. Sebelumnya harganya hampir sama, sekarang naik sedikit. Pembeli masih ada, cuma biasanya mereka jadi beli lebih sedikit karena menyesuaikan uang belanja," kata Erlina.
Pembeli Mulai Kurangi Jumlah Belanja
Menurut para pedagang, lonjakan harga cengek hijau belum sampai membuat pembeli menghilang. Namun, banyak konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian agar tetap sesuai dengan anggaran belanja harian mereka.
Para pedagang berharap pasokan cengek hijau dari sentra produksi segera kembali normal. Dengan begitu, harga di pasar dapat lebih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus meringankan beban pelaku usaha kecil yang setiap hari bergantung pada komoditas cabai.