CIMENYAN — Tangan kecil mungil itu mencengkeram kuat pijakan batu buatan di dinding vertical rescue. Satu per satu, anak-anak peserta Jambore Spider Kids Merah Putih mencoba memanjat di Pos 4 Vertical Rescue Indonesia, kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (19/7/2026).
Bukan Sekadar Bermain, Ada Target Menguras Energi
Jambore yang diikuti 27 peserta dari sejumlah kota di Jawa Barat ini dirancang khusus untuk anak-anak. Olahraga panjat tebing dipilih karena dinilai mampu menguras energi fisik sekaligus melatih konsentrasi dan keberanian.
"Kami ingin anak-anak punya aktivitas seru di luar rumah. Bukan cuma duduk main gawai," ujar perwakilan penyelenggara dari Vertical Rescue Indonesia.
Alternatif Konkret di Tengah Krisis Layar
Kegiatan ini menjadi salah satu respons atas kekhawatiran orang tua terhadap kecanduan gawai pada anak. Alih-alih melarang, pendekatan yang ditawarkan adalah menyediakan kegiatan alternatif yang lebih menantang secara fisik.
Para peserta tampak antusias. Beberapa anak yang baru pertama kali mencoba panjat tebing berhasil mencapai puncak dinding setinggi sekitar 6 meter dalam beberapa menit.
Dari Bandung, Menyebar ke Kota Lain?
Vertical Rescue Indonesia berencana menjadikan jambore ini sebagai agenda rutin. Jika respons positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin kegiatan serupa digelar di pos-pos vertical rescue lain di Jawa Barat.
Untuk saat ini, panitia fokus pada keselamatan dan pendampingan. Setiap anak yang memanjat wajib menggunakan tali pengaman dan diawasi langsung oleh instruktur bersertifikat.