Pencarian

Enam Puluh Dua Negara Kini Teken Traktat Perdamaian ASEAN, Empat Anggota Baru dari Eropa

Jumat, 24 Juli 2026 • 22:35:01 WIB
Enam Puluh Dua Negara Kini Teken Traktat Perdamaian ASEAN, Empat Anggota Baru dari Eropa
Enam puluh dua negara kini menandatangani Traktat Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN, dengan empat anggota baru berasal dari Eropa.

JAWA BARAT — Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, menyatakan aksesi empat negara Eropa itu membuktikan traktat yang lahir setengah abad silam tetap relevan. "Setelah 50 tahun, traktat ASEAN ini telah menjadi suatu traktat yang dipercaya bisa membawa perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Jadi negara-negara semakin banyak yang aksesi," ujarnya di sela rangkaian pertemuan 59th ASEAN Ministerial Meeting and Post-Ministerial Conferences (AMM/PMC) pekan ini.

Belajar dari Kawasan: Mengapa Eropa Melirik ASEAN

Menurut Dubes Ina, ketertarikan negara-negara Eropa bukan tanpa alasan. Mereka melihat dinamika Asia Tenggara yang mampu meredam sengketa perbatasan dan persaingan sumber daya tanpa berujung konflik terbuka. "Kalaupun ada percikan, itu tidak sampai ke perang besar dan InshaAllah tidak. Jadi ada hal-hal yang mereka ingin pelajari dari kawasan ini, bagaimana caranya menciptakan perdamaian dan stabilitas," jelasnya.

Ia menambahkan, Uni Eropa mungkin tengah mengkaji kemungkinan mengadopsi nilai dan prinsip yang berlaku di ASEAN. "Ini kayak kawasan belajar dari kawasan," tandas diplomat senior itu.

Perdamaian Tak Bisa Dipisahkan dari Pembangunan

Benang merah rangkaian pertemuan di Manila sejak Senin lalu, kata Dubes Ina, adalah komitmen ASEAN melindungi hak-hak pembangunan. "Meskipun ada masalah antar negara anggota, tidak ada yang lebih penting daripada pembangunan," ujarnya. Ia menekankan, stabilitas kawasan menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan.

Dubes Ina mengingatkan bahwa isu lingkungan hidup seperti perubahan iklim dan sengketa sumber daya air kini menjadi ancaman nyata bagi perdamaian. "Jadi misalnya danau makin surut sehingga perbatasan antar negara juga semakin mendekat kemudian terjadi konflik. Masalah sungai rebut-rebutan air, konflik," paparnya. Karena itu, kerja sama di bidang pembangunan, ekonomi, hingga pendidikan dinilai krusial. "Apabila kita mengajarkan kepada generasi penerus ilmu-ilmu yang membawa perdamaian, cinta tanah air, cinta sesama," imbuhnya.

Puncak Pertemuan dan Agenda ke Depan

Penandatanganan TAC menjadi puncak rangkaian 59th AMM/PMC sebelum pertemuan para pemimpin ASEAN pada November mendatang. Pertemuan tingkat tinggi TAC terbagi dalam tiga sesi: Pencegahan Konflik dan Diplomasi Preventif, Keamanan dan Kerja Sama Maritim, serta Mengatasi Ancaman Tantangan yang Muncul. Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memimpin langsung sesi pencegahan konflik.

Dubes Ina menutup dengan optimisme bahwa ASEAN kini menjadi pusat dinamika global. "Semua mata sekarang ke kawasan ini. Bagaimana caranya supaya kawasan ini tetap damai dan stabil, sehingga inilah jantung nadinya ekonomi, pembangunan, dan juga keamanan," pungkasnya.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks