Pencarian

Anak Inklusif Jadi Bintang di Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor, Wali Kota Soroti Bullying dan Adab

Sabtu, 25 Juli 2026 • 18:43:31 WIB
Anak Inklusif Jadi Bintang di Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor, Wali Kota Soroti Bullying dan Adab

BOGOR — Panggung kreativitas di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026), bukan milik anak-anak biasa. Di puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Kota Bogor sengaja memberikan kesempatan utama bagi anak-anak inklusif untuk unjuk bakat. Mulai dari atraksi seni, fashion show, hingga pentas kreativitas, semuanya dirancang agar setiap anak merasa dihargai setara.

Pesan Wali Kota: Bullying Berawal dari Kekerasan di Rumah

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim hadir langsung dan menyoroti fenomena perundungan yang kerap terjadi di sekolah. Ia mengungkapkan temuan dari kunjungan ke sejumlah sekolah.

“Anak-anak yang suka nge-bully temannya ternyata sering menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah,” kata Dedie dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. “Adab inilah yang akan menopang bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan hebat.”

Menurut Dedie, tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada kebutuhan materi. “Punya anak bukan sekadar urusan pernikahan saja, tapi ada tanggung jawab lahir dan batin sampai mereka mandiri. Saya titip kepada seluruh orang tua, sayangi anak-anak sepenuh hati, lindungi, sejahterakan, dan sekolahkan mereka dengan benar,” tegasnya.

Tema dan Rangkaian Acara: Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan

Peringatan HAN 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian program sebelumnya yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor.

Selain panggung kreativitas anak inklusif, acara juga dimeriahkan dengan fashion show, pentas seni, serta pembagian doorprize dan hadiah. Ribuan pengunjung dari berbagai kelurahan di Kota Bogor tampak memadati Alun-alun sejak pagi.

Dedie juga mengimbau para tenaga pendidik agar tidak hanya fokus pada nilai akademik. “Isi ruang jiwa anak dengan pendekatan humanis dan seni,” pesannya. Ia berharap momen HAN ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh bahagia dan bebas berkarya tanpa tekanan.

Dukungan untuk Anak Inklusif: Bukan Sekadar Seremoni

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah anak berkebutuhan khusus tampil percaya diri di atas panggung. Mereka didampingi orang tua dan guru pendamping khusus. Kepala DP3A Kota Bogor menyebut bahwa panggung khusus ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan kota ramah anak.

“Kami ingin semua anak, tanpa terkecuali, merasakan kebahagiaan yang sama. Inklusivitas bukan sekadar jargon, tapi harus dihadirkan dalam setiap kegiatan,” ujar perwakilan DP3A.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan masa depan anak-anak Bogor yang lebih aman, bahagia, dan bebas dari perundungan.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor-today.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks