Pencarian

Nilai Ekspor Furnitur Cirebon Tembus 432 Juta Dolar AS di 2025, HIMKI Gelar Pelatihan Desain Rotan untuk 40 Perusahaan

Selasa, 14 Juli 2026 • 22:24:01 WIB
Nilai Ekspor Furnitur Cirebon Tembus 432 Juta Dolar AS di 2025, HIMKI Gelar Pelatihan Desain Rotan untuk 40 Perusahaan
Nilai ekspor mebel dan furnitur Kabupaten Cirebon pada 2025 mencapai 432,05 juta dolar AS, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

CIREBON — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat nilai ekspor mebel dan furnitur daerah itu terus meroket dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angkanya mencapai 354,59 juta dolar AS, naik menjadi 423,89 juta dolar AS pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 432,05 juta dolar AS pada 2025.

Khusus untuk komoditas rotan dan furnitur, nilainya sempat melonjak dari 102,79 juta dolar AS pada 2023 menjadi 156,97 juta dolar AS pada 2024. Namun, pada 2025 angkanya sedikit terkoreksi ke 126,84 juta dolar AS.

Pelatihan Desain Jadi Kunci Lawan Produk Impor

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Suhartono mengatakan, pelatihan yang berlangsung pada 13-16 Juli 2026 itu sejalan dengan program pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah meningkatkan keterampilan perajin sekaligus memperkuat pemasaran produk furnitur.

"Ini sejalan dengan apa yang sudah kami lakukan, khususnya bagaimana meningkatkan skill para perajin dan memfasilitasi aspek pemasarannya," kata Suhartono di Cirebon, Senin.

Menurut Suhartono, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri menjadi krusial untuk menjaga daya saing produk rotan Cirebon di pasar ekspor. Sebab, industri rotan lokal masih menghadapi tantangan berupa membanjirnya produk impor, terutama dari China. Kondisi geopolitik global juga ikut membayangi stabilitas ekspor.

"Maka kolaborasi ini menjadi hal penting agar industri rotan di Cirebon semakin bagus lagi," tuturnya.

Cirebon Dipilih karena Statusnya Sentra Rotan Nasional

Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Kewirausahaan DPP HIMKI Bambang Wijaya menjelaskan, Cirebon dipilih sebagai lokasi bootcamp karena merupakan salah satu sentra industri rotan nasional. Materi pelatihan pun difokuskan pada pengembangan produk berbahan rotan dan bambu.

"Salah satu faktor penting yang kami tekankan di bootcamp kedua ini adalah pentingnya design development. Inovasi desain itu penting," kata Bambang.

Bootcamp ini diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi industri dan desainer furnitur profesional. Pelatihan ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah produk rotan Cirebon yang selama ini dikenal sebagai pemasok utama furnitur rotan ke pasar global.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks