GARUT — Dua unit alat USG portabel senilai total Rp400 juta resmi diserahkan kepada Pemkab Garut melalui program TJSL atau CSR PT PLN (Persero) dan PT BCA. Satu unit dari PLN disebutkan khusus untuk skrining preeklampsia lanjutan, sementara bantuan dari BCA melalui Program Bakti BCA akan ditempatkan di Puskesmas Cisompet, kawasan selatan Garut yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap alat diagnostik kehamilan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut alat ini menjadi jawaban atas kebutuhan deteksi dini di wilayah pelosok. “Barangkali dengan alat tadi bisa dideteksi, sekiranya ada ibu hamil yang memiliki potensi berisiko tinggi, bisa segera ditangani,” ujarnya saat memimpin apel gabungan.
Mengapa deteksi preeklampsia jadi prioritas?
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menjelaskan bahwa preeklampsia dan eklampsia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu melahirkan di Jawa Barat. USG portabel tidak hanya mampu memantau tekanan darah dan perkembangan janin, tetapi juga mendeteksi tanda-tanda awal komplikasi kehamilan yang bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.
“Kami berharap kehadiran alat ini bisa membantu mengurangi risiko kematian akibat eklampsia dan preeklampsia, serta menjaga keselamatan bayi dalam kandungan,” kata Leli.
Data Dinas Kesehatan Garut mencatat bahwa angka kematian ibu dan bayi di wilayah selatan masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata kabupaten, terutama karena keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan dan alat diagnostik. Penempatan satu unit USG di Puskesmas Cisompet diharapkan menjembatani kesenjangan itu.
Kolaborasi CSR yang menyasar akar masalah
Bupati Syakur menekankan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Garut. Alih-alih sekadar bantuan sembako atau seremonial, bantuan alat kesehatan yang tepat sasaran dinilai lebih berdampak langsung pada keselamatan ibu hamil.
Perwakilan BCA Cabang Garut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab atas dukungan pelaksanaan program Bakti BCA. Pihak perusahaan memastikan alat akan segera dioperasionalkan di Puskesmas Cisompet setelah melalui proses pelatihan tenaga kesehatan setempat.
Dengan tambahan dua unit USG portabel ini, total alat serupa yang tersebar di puskesmas Garut kini bertambah, meskipun jumlah ideal masih jauh dari kebutuhan. Pemkab menargetkan setiap puskesmas di wilayah selatan memiliki minimal satu unit alat skrining kehamilan dalam dua tahun ke depan, baik melalui APBD maupun kemitraan dengan swasta.