KARAWANG — Maraknya aksi begal dan curanmor di wilayah hukum Polresta Karawang mendorong kalangan aktivis hukum untuk angkat bicara. LBH Arya Mandalika secara terbuka meminta institusi kepolisian yang baru bertransformasi untuk memprioritaskan keterbukaan informasi publik, terutama terkait data pengungkapan kasus kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan warga.
Kesenjangan Komunikasi dan Tuntutan Transparansi
Hendra Supriatna menyoroti adanya kesenjangan komunikasi antara aparat kepolisian dengan elemen masyarakat sipil, termasuk insan pers dan lembaga bantuan hukum, selama periode kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, transisi kekuasaan ini harus dibarengi dengan perbaikan fundamental dalam pelayanan dan responsivitas.
"Keterbukaan informasi dinilai krusial untuk membangun kepercayaan publik yang sempat tergerus akibat lambatnya respons terhadap berbagai laporan kriminalitas," ujar Hendra dalam pernyataannya, Senin lalu.
Mengapa Kejahatan Jalanan di Karawang Mendesak Diselesaikan?
Wilayah Karawang yang merupakan kawasan industri padat penduduk dan lalu lintas tinggi menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan. Hendra menekankan bahwa kritik yang dilayangkan merupakan bentuk fungsi kontrol sosial konstruktif, bukan upaya menjatuhkan institusi Polri.
Masyarakat, kata dia, membutuhkan bukti nyata berupa peningkatan angka pengungkapan kasus dan penindakan tegas terhadap pelaku. Gelombang demonstrasi mahasiswa dan kecaman luas dari masyarakat menjadi indikasi bahwa rasa aman warga telah terusik.
Sinergi Polresta dan Masyarakat Jadi Kunci
LBH Arya Mandalika mendesak agar kepolisian tidak hanya mengandalkan operasi rutin. Pendekatan humanis dan profesional dalam menangani setiap laporan dinilai sama pentingnya.
"Percepatan proses hukum dan transparansi investigasi diharapkan dapat meredam keresahan warga," tegas Hendra.
Dengan hadirnya Kombes Pol. Mario Prahatinto sebagai Kapolresta yang baru, LBH berharap ada ruang dialog yang lebih inklusif. Sinergi antara Polresta Karawang dengan seluruh lapisan masyarakat diyakini menjadi kunci pemulihan rasa aman di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital ini.