JAWA BARAT — Pemerintah terus menggenjot pemulihan pascabencana di Aceh melalui Satgas PRR. Kepala Posko Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, mengungkapkan bahwa sejumlah progres signifikan telah dicapai di lapangan, terutama dalam rehabilitasi lahan dan pembangunan kembali hunian warga. Pernyataan itu disampaikan dalam program What The Fact! Politics CNN Indonesia.
Prioritas Pemulihan Hunian dan Ekonomi Warga
Menurut Safrizal, fokus utama Satgas PRR adalah memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal kembali memiliki hunian layak. Selain itu, pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang rusak akibat bencana juga menjadi prioritas untuk menggerakkan kembali roda ekonomi warga.
"Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan warga punya mata pencaharian kembali. Lahan-lahan produktif yang sempat terendam atau tertimbun material kini mulai direhabilitasi," jelas Safrizal dalam wawancara tersebut.
Skema Pendekatan Rehabilitasi Terpadu
Satgas PRR menerapkan pendekatan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat setempat. Pendekatan ini dinilai efektif mempercepat identifikasi kerusakan dan distribusi bantuan material bangunan serta bibit tanaman untuk lahan warga.
Dalam pelaksanaannya, Satgas juga memastikan rehabilitasi sesuai dengan tata ruang dan mitigasi bencana. Langkah ini untuk mencegah risiko serupa di masa depan, mengingat Aceh merupakan daerah rawan gempa dan tsunami.
Kendala Cuaca dan Akses Lokasi
Safrizal mengakui ada sejumlah kendala di lapangan, terutama cuaca ekstrem yang kerap menghambat pengiriman logistik ke lokasi terdampak. Akses jalan yang rusak akibat bencana juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di beberapa kecamatan terpencil.
"Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membuka akses darurat. Mobilitas alat berat dan material sempat tersendat, tapi sekarang sudah mulai lancar," tambahnya.
Target dan Keberlanjutan Program
Pemerintah menargetkan tahap rehabilitasi utama selesai dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, program akan berlanjut ke fase rekonstruksi jangka panjang yang mencakup pembangunan infrastruktur publik seperti irigasi dan jalan desa.
Satgas PRR memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. Masyarakat diimbau aktif melaporkan jika menemukan kendala atau penyimpangan di lapangan agar segera ditindaklanjuti.