BOGOR — Rusli Prihatevy resmi memimpin lagi DPD Partai Golkar Kota Bogor periode berikutnya setelah dipilih secara aklamasi dalam Musda XI, Jumat (31/7). Keputusan ini diambil dalam forum yang digelar di Kota Bogor dan dihadiri langsung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin.
Pemilihan yang berlangsung tanpa lawan ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi internal yang matang. Daniel menyebut kesolidan itu menjadi modal utama menghadapi kontestasi politik yang makin berat ke depan.
Instruksi dari DPD Jawa Barat: Rebut Kursi Eksekutif
Setelah penetapan, Daniel Mutaqien tidak main-main memberikan instruksi. Ia meminta jajaran pengurus baru tidak hanya mempertahankan posisi legislatif, tetapi juga serius membidik kemenangan di Pilkada mendatang.
"Mudah-mudahan dengan terpilihnya beliau secara aklamasi ini menyempurnakan kesolidan dan kebersamaan yang sudah terjaga," ujar Daniel di Bogor pada Jumat (31/7).
Target Kenaikan Kursi di DPRD Kota Bogor
Saat ini Partai Golkar menempati posisi kedua di DPRD Kota Bogor dengan raihan 7 kursi. Angka tersebut dinilai belum cukup. Daniel mematok target ambisius pada pemilu berikutnya, yakni kenaikan menjadi 10 hingga 11 kursi.
Lonjakan kursi tersebut dianggap realistis jika mesin partai bergerak solid. Selain mengejar jumlah kursi, instruksi lain yang tak kalah penting adalah memenangkan kursi eksekutif di Kota Bogor.
Modal Aklamasi untuk Soliditas Internal
Proses aklamasi disebut Daniel menjadi sinyal positif bagi barisan kader. Tidak ada gesekan berarti dalam pemilihan ketua kali ini, sehingga energi partai bisa difokuskan pada kerja-kerja pemenangan.
Rusli Prihatevy sendiri bukan nama baru di panggung politik Kota Bogor. Kembalinya ia memimpin diharapkan memberi stabilitas bagi kader, terutama dalam menyongsong tahapan pemilu yang akan dimulai dalam beberapa waktu ke depan.