BANDUNG — Rumor ketidakharmonisan di pucuk pimpinan Pemerintah Kota Bandung antara Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin mendapat respons dari parlemen. Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi memastikan lembaganya tidak akan ikut campur dalam konflik internal yang dilaporkan oleh Erwin soal pengucilan dalam tata kelola pemerintahan.
“Kami tidak mengetahui secara mendalam persoalan tersebut,” ujar Asep yang akrab disapa Asmul saat ditemui awak media, baru-baru ini.
Fokus Parlemen: Mengawal RPJMD, Bukan Konflik Internal
Asep menegaskan, di tengah dinamika politik yang berkembang, DPRD Kota Bandung memilih berkonsentrasi pada tugas utama pengawasan. Target yang diawasi adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan agenda kerja tahunan pemkot.
“Kami fokus bagaimana peran pemerintah kota dampaknya dirasakan oleh masyarakat, itu yang harusnya menjadi poin penting,” tegas legislator dari Partai Golkar tersebut.
Menurut Asep, masyarakat memiliki ekspektasi besar terhadap kinerja Pemkot Bandung. Oleh karena itu, parlemen memilih bergeming dan tetap mengawal agar visi-misi kepala daerah bisa langsung menyentuh kepentingan warga.
Sejak Kapan Isu Keretakan Muncul?
Rumor keretakan kongsi antara Farhan dan Erwin kian santer terdengar dalam beberapa pekan terakhir. Isu ini mencuat setelah Wakil Wali Kota Erwin secara terbuka mengaku dikucilkan oleh Farhan dalam proses pengambilan keputusan strategis pemerintahan.
Meski demikian, Asep enggan memperpanjang polemik tersebut. Ia memilih untuk tidak mengomentari detail pengakuan Erwin yang beredar di publik. “Saya tidak tahu persis soal konflik internal itu,” ujarnya singkat.
Apa Dampaknya bagi Warga Bandung?
Ketua DPRD memastikan bahwa situasi ini tidak akan mengganggu pelayanan publik. Parlemen akan terus memastikan setiap program yang sudah direncanakan dalam RPJMD tetap berjalan optimal.
“Yang penting adalah eksekusi program kerja tahunan. Jangan sampai warga jadi korban dari dinamika politik di internal eksekutif,” kata Asep.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait tuduhan pengucilan yang dilontarkan oleh wakilnya. Sementara itu, publik Kota Bandung masih menunggu kejelasan arah kepemimpinan di balai kota.